Pentingnya Bermain

Bermain adalah aktivitas utama yang digunakan anak-anak untuk mengalami kehidupan di tahun-tahun awal mereka, seperti yang dicatat oleh Jean Piaget dan Maria Montessori . Melalui bermain, anak-anak mengamati dan menyelidiki segala sesuatu di lingkungan mereka secara bebas dan spontan. Anak-anak usia dini menghubungkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah ada dengan yang baru, mengaitkan proses pembelajaran individual yang mendasar bagi perkembangan mereka, terlepas dari lingkungan mereka.

pentingnya bermain pada anak-anak

Mengapa bermain itu sehat?

Meskipun banyak orang tua menganggap bermain sebagai pengalih perhatian dan aktivitas dengan intensitas rendah, sebenarnya bermain melibatkan serangkaian proses yang berkontribusi pada perkembangan anak secara keseluruhan. Di bawah ini, kami menguraikan berbagai fungsi bermain.

  1. Pendidikan: Permainan ini merangsang kemampuan intelektual mereka, memungkinkan mereka untuk menilai pengetahuan mereka sendiri saat memecahkan masalah, sehingga belajar untuk fokus pada suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Permainan ini juga mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan kecerdasan mereka.
  2. Fisik: Anak mengembangkan keterampilan motoriknya dan belajar mengendalikan tubuhnya. Melalui bermain, anak melepaskan energi fisik sambil belajar mengkoordinasikan gerakannya.
  3. Emosional; Bermain adalah cara yang wajar dan alami bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi yang seringkali tidak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata. Dengan menggunakan imajinasi mereka, anak-anak dapat menjadi sesuatu yang berbeda dari diri mereka yang sebenarnya.
  4. Sosial; Melaluis dari permainan Anak secara bertahap menyadari lingkungan budayanya dan suasana yang asing baginya di masa kecilnya. Mereka belajar bekerja sama dan berbagi dengan orang lain, menjadi akrab dengan lingkungan sekitar. Mereka juga belajar aturan bermain yang adil, serta cara menang dan kalah.

pentingnya bermain pada anak-anak

Meskipun bermain terjadi pada semua usia anak , penting untuk disebutkan bahwa sifat aktivitas ini berubah seiring dengan berbagai perubahan perilaku yang menentukan cara anak bermain.

pentingnya bermain pada anak-anak

Berdasarkan usia anak, enam perilaku utama yang membentuk permainan dapat diamati dalam permainan tersebut.

  1. Perilaku diamSelama dua tahun pertama, anak-anak mengamati objek dan tindakan sesaat tanpa berpartisipasi secara langsung.
  2. Perilaku penontonAnak-anak hingga usia dua tahun mengamati bagaimana anak-anak lain bermain, berbicara satu sama lain, tetapi tidak menawarkan diri untuk ikut bermain.
  3. Game solitaireSelama dua tahun pertama, anak-anak hanya bermain dengan mainan lain; mereka tidak bermain bersama anak-anak lain, meskipun mereka ikut serta dalam percakapan.
  4. Permainan ParalelPada usia tiga tahun, anak tersebut memilih mainan yang sama dengan anak-anak di luar, tetapi tidak berusaha untuk mengganggu anak-anak lain.
  5. Permainan asosiatif: Sekitar usia 3 hingga 4 tahun, anak mulai bermain dalam kelompok; ini merupakan upaya awal dalam aktivitas kelompok.
  6. Permainan kooperatifSekitar usia 5 tahun, anak-anak terlibat dalam aktivitas kelompok terorganisir untuk mencapai tujuan tertentu. Pada usia ini, permainan memiliki tujuan yang lebih spesifik, dan perilaku mereka menjadi lebih terkait erat dengan kepribadian dan jenis kelamin mereka.
  7. Permainan kelompok; Sejak usia enam tahun, anak-anak mulai bersosialisasi dan berteman dengan menemukan kesamaan dalam selera dan minat mereka. Pada usia inilah mereka mulai mengembangkan sikap yang lebih realistis terhadap dunia luar, dan akibatnya, permainan mereka menjadi lebih terorganisir dan kompleks.

Fuentes: